• Klinik Drg. Dian Yunita
  • Layanan Klinik Gigi
  • Lokasi Klinik Gigi
  • Artikel Gigi Sehat

Gusiku Kok Berdarah?

Gusiku kok berdarah?

 

 

            "Dok, saya selalu menyikat gigi malam sebelum tidur, menyikat giginya dengan gerakan memutar sama seperti biasanya. Tapi kenapa tiba-tiba pas kumur berdarah ya dok? Apa karena sikat gigi saya terlalu keras? Saya jadi takut menyikat gigi dok."

 

Pertanyaan seperti ini cukup sering dikeluhkan oleh pasien, malah seringkali menimbulkan ketakutan sehingga pasien tidak mau menyikat gigi. Tentu saja tindakan itu tidak tepat. Setelah hal tersebut terjadi, sering timbul pertanyaan seperti Apa penyebab gusi berdarah? Kenapa gusi seseorang bisa berdarah? Apakah ini sebuah penyakit? Bagaimana cara agar gusi saya tidak berdarah lagi dok? Mari kita bahas lebih lanjut.

 

1.     Apakah gusi berdarah merupakan sebuah penyakit?

Ya, gusi berdarah merupakan suatu tanda dari sebuah penyakit yang menyerang struktur jaringan dan tulang pendukung gigi yang dikenal sebagai gingivitis.

2.     Gingivitis? Apa itu dok?

Gingivitis adalah peradangan yang terjadi pada gusi, peradangan ini biasanya terjadi disebabkan oleh bakteri, plak yang terus berakumulasi di gigi dan dapat menjadi karang gigi. Gingivitis ini merupakan tahap awal dari penyakit yang menyerang gusi dan tulang pendukung gigi, tidak berbahaya dan dapat sembuh jika dirawat. Namun, apabila tidak dirawat, penyakit ini bisa berkembang lebih parah dan menyebabkan peradangan pada tulang yang mendukung gigi kita.

3.     Ciri-ciri orang yang sakit gingivitis apa saja sih dok?

Biasanya orang yang menderita gingivitis memiliki beberapa tanda umum seperti gusinya mudah berdarah, warna gusinya berubah menjadi merah (warna gusi normal adalah merah muda/pink), gusi yang berada disekitar gigi biasanya terlihat tajam-tajam namun jadi terlihat membulat seperti membengkak.  

 

 

 

 

 

Gambaran gingivitis

Source: https://pocketdentistry.com/15-clinical-features-of-gingivitis/

 

4.     Lalu bagaimana dok cara menyembuhkan penyakit gingivitis ini?

Cara menyembuhkan sebuah penyakit prinsip dasarnya adalah dengan menghilangkan faktor penyebabnya. Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan terjadinya gingivitis, namun biasanya yang paling umum adalah tingkat kebersihan mulut yang kurang baik. Maka dari itu, penting sekali untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut, dengan cara menyikat gigi dua kali dalam sehari tentu saja dengan teknik yang benar. Selain itu, harus rutin membersihkan karang gigi dan pembersihan karang gigi ini hanya dapat dilakukan oleh seorang dokter gigi.

 

Scaling

Scaling merupakan tindakan perawatan untuk menghilangkan plak, kalkulus (karang gigi) dan stain pada permukaan supragingiva (bagian atas gusi) dan subgingiva (bagian bawah gusi). Peralatan yang digunakan pada proses scaling disebut scaler. Ada dua tipe scaler, yaitu scaler manual dan scaler ultrasonik. Scaler manual menggunakan instrument scaling dasar dengan mengandalkan kekuatan tangan dari dokter gigi dalam pemakaiannya (gambar a). Sedangkan scaler ultrasonik menggunakan tenaga listrik yang lebih sering digunakan saat ini (gambar b).

 

Gambar a. scaler manual                             Gambar b. scaler ultrasonik

 

Kalkulus (karang gigi) yang tidak dibersihkan semakin lama akan menumpuk dan akan terjadi akumulasi bakteri yang mengakibatkan gingivitis. Jika telah terjadi gingivitis dan tidak dilakukan perawatan maka akan berlanjut ke tahap periodontitis yang dapat membuat gigi menjadi goyang bahkan bisa membuat gigi menjadi terlepas.

 

Scaling sebaiknya dilakukan 6 bulan sekali oleh dokter gigi. manfaat dari scaling antara lain, dapat menghilangkan kalkulus yang merupakan sumber bakteri pada rongga mulut, dapat mencegah peradangan pada gusi, dapat membantu menghilangkan bau mulut karena kalkulus yang menumpuk merupakan salah satu penyebab bau mulut, dan setelah kalkulus hilang gigi akan terasa halus dan terlihat lebih bersih dan cerah.

Semoga penjelasan diatas dapat menjawab pertanyaan Bapak/Ibu selama ini dan jadi lebih memperhatikan kesehatan gigi dan mulutnya ya.

 

read more →

Bagaimana Merawat Gigi Saat Hamil




1. Sebelum Kehamilan
- kunjungi dokter gigi dan cek apakah gigi dan gusi dalam keadaan sehat
- hormon-hormon yang meningkat selama kehamilan dapat membuat gigi dan gusi jadi sangat sensitif
2. Trimester Pertama
- perubahan level hormon dapat menyebabkan gusi bengkak dan meradang, ini yang disebut gingivitis kehamilan
- berkumur secara teratur jika terserang morning sickness
- dokter gigi akan memberikan kumur fluoride untuk digunakan selama masa kehamilan
- gunakan sikat gigi yang lembut dan kecil untuk menghindari mual
- jangan menggosok gigi setelah muntah

3. Trimester Kedua
- hindari snack tinggi gula 
- Jaga asupan makanan dengan banyak mengkonsumsi vitamin C, kalsium, vitamin B12, ini akan membantu menjaga gigi tetap sehat
- Tunda dulu rencana bleaching gigi selama kehamilan
- Kadang beberapa orang terdapat tumor kecil temporer pada mulut atau pipi saat hamil. Hal ini dikenal sebagai pregnancy granuloma atau pregnancy tumor

4. Trimester Ketiga
- hindari tindakan besar selama 6 minggu terakhir kehamilan
- Tetap lakukan perawatan gigi di rumah yaitu menggosok gigi dan flossing
- Jadwalkan cek ke dokter gigi setelah bayi lahir

5. Masa Menyusui
- segera cek ke dokter gigi untuk pemeriksaan kesehatan gigi 
- Tindakan bedah dan tindakan besar lainnya yang ditunda dapat dilakukaan saat ini
- Rontgen dan anestesi lokal aman dilakukan saat menyusui
- Mulai menyikat gigi bayi anda dengan sikat gigi halus dan air begitu gigi pertamanya tumbuh
- Bicarakan dengan dokter gigi untuk mengganti tambalan amalgam karena merkuri yang terkandung di dalamnya bisa melintas melalui ASI dalam konsentrasi tinggi

6. Perkembangan Gigi Anak Pada Masa Kehamilan
- gigi susu mulai berkembang 3 bulan pertama masa kehamilan. Apa yang ibu makan mempengaruhi perkembangannya
- Pengobatan tertenty seperti antibiotik sebaiknya dihindari karena dapat menyebabkan noda pada gigi bayi

7. Mitos Seputar Gigi dan Kehamilan
- setiap kehamilan akan hilang 1 gigi
- Bayi mengambil kalsium dari gigi ibu
- Tidak aman mengunjungi dokter gigi saat hamil
- Tidak bisa rontgen saat hamil (jika diperlukan, rontgen bisa dilakukan dengan sangat berhati-hati)


Sumber : www.rusnacfamilydentistry.com

read more →

Memperbaiki Senyum Dengan Crown

Untuk memperbaiki lubang gigi yang sudah cukup besar, gigi yang patah, atau perubahan warna gigi, kita dapat menggunakan crown. Ada beberapa macam crown berdasarkan bahan material pembuatnya, berikut  adalah perbedaannya :

1. Stainless Steel
# khusus di gunakan sementara untuk gigi permanen
# melindungi gigi sementara sambil menunggu crown yang permanen selesai dibuat
# sering digunakan pada gigi susu karena crown akan lepas seiring gigi yang tanggal

2. Metal
# crown metal meliputi emas, palladium, nikel, dan chromium alloy
# tidak butuh banyak jaringan gigi yang di preparasi untuk pemasangan metal crown
# tahan lama tetapi warna nya mencolok, jadi merupakan pilihan tepat untuk gigi belakang

3. Metal Porselen
# bisa dicocokkan dengan warna gigi asli untuk menyesuaikan dengan gigi sebelahnya
# metal akan terlihat di bagian garis gusi seperti area gelap
# bisa menyebabkan aus gigi lawan dibanding material lain

4. Ceramic/porselen
# pilihan terbaik untuk warna gigi dan tidak mencolok
# solusi ideal untuk pasien yang alergi terhadap metal atau logam
# pilihan utama untuk gigi depan


Alasan memilih crown :
1. Perlindungan
Crown melindungi gigi berlubang, rapuhm atau patah dari kerusakan lebih lanjut
2. Pemulihan
Crown mengembalikan fungsi dan estetik dari gigi yang rusak
3. Dukungan
Crown dapat menggantikan tambalan yang cukup besar yang biasanya sudah tidak ada daya retensi

4. Pengganti
Crown dapat digunakan sebagai penjangkaran pada bridge untuk menggantikan gigi yang hilang

5. Estetik
Gigi yang berubah warna atau cacat bentukya dapat diperbaiki dengan crown


(gigi sehat)
read more →

8 Hal yang Menyebabkan Orang Malas Ke Dokter Gigi

Tidak hanya di Indonesia, dokter gigi sepertinya merupakan sosok yang menakutkan di seluruh dunia. Beberapa penyebab orang malas dan  takut ke dokter giga adalah sebagai berikut :

1. Trauma masa kecil









Pengalaman buruk dengan dokter gigi di masa kecil dapat menimbulkan ketakutan seumur hidup. Ini adalah alasan paling umum dari orang-orang yang takut ke dokter gigi.


2. Takut jarum



Banyak orang yang tidak terlalu takut ke dokter gigi, tetapi mereka takut dengan jarum suntik. Mintalah dokter gigi anda untuk mengoleskan gel penghilang rasa terlebih dahulu sebelum menyuntik, sehingga anda tidak akan merasakan tusukan jarum saat anestesi masuk.

3. Takut Sakit
Pikiran akan kemungkinan sakit yang dirasakan saat perawatan gigi biasanya lebih buruk dari sakit itu sendiri. Beberapa orang semakin gelisah jika menunggu waktunya dipanggil.

4. Di Luar Kendali
Ketika anda sudah masuk ruang perawatan gigi, maka percayalah sepenuhnya pada sang dokter gigi. Anda ada di posisi dimana anda tidak bisa melihat apa yang dokter gigi lakukan terhadap gigi anda dan anda juga tidak punya kendali atas apa yang sedang dilakukan. Percayalah bahwa anda sudah ditangani oleh tenaga profesional.

5. Takut Bor

Suara bor gigi melengking dan membuat beberapa orang ngilu. Ada yang bilang seperti suara kapur tulis saat menorehkan tulisan di papan tulis. Nada tinggi suara bor menyatu dengan suara suction akan sangat mengganggu untuk banyak orang. Tapi klinik-klinik sekarang sudah banyak yang dilengkapi dengan musik dan siaran tv atau video, yang akan meningkatkan kenyamanan pasien.

6. Bau Klinik Gigi
Semua bahan yang dipergunakan di klinik gigi memiliki bau yang berbeda-beda yang sebagian membuat orang gelisah bahkan sebelum mereka duduk di dental unit.

7. Malu
Banyak orang menghindari ke dokter gigi karena mereka malu dengan kondisi mulut mereka yang memiliki banyak lubang. Yakinlah bahwa dokter anda telah melihat ratusan bahkan ribuan kasus yang lebih parah dari anda. Menghindari dokter gigi dengan alasan ini hanya akan memperparah kondisi gigi anda.

8. Tersedak
Perawatan gigi melibatkan banyak air yang masuk ke mulut yang bisa menetes ke belakang tenggorokan, hal ini membuat kita merasa seperti tersedak. Orang dengan refleks muntah yang tinggi akan menghindar ke dokter gigi karena mereka akan merasakan rasa tidak nyaman tersebut.






(gigi sehat)
read more →