Snack untuk Gigi Sehat

  • Diposting oleh Drg Dian Yunita
  • di 09.37 -
  • 0 komentar

Apa yang salah dengan makanan ringan bergula, sih?
Snack manis rasanya sangat enak tetapi tidak begitu baik untuk gigi dan tubuh kita. Permen, kue, dan makanan manis lainnya yang anak-anak suka dapat menyebabkan kerusakan gigi. Beberapa makanan bergula juga memiliki banyak lemak di dalamnya. Anak-anak yang mengkonsumsi makanan ringan bergula akan menelan berbagai macam gula setiap hari, termasuk sukrosa dan pemanis jagung (fruktosa). Makanan ringan dengan kandungan tepung juga dapat terurai menjadi gula setelah berada di mulut.

Bagaimana gula menyerang gigi kita?

Kuman tak terlihat yang disebut bakteri, hidup di mulut kita sepanjang waktu. Beberapa bakteri ini membentuk bahan lengket yang disebut plak. Bila kita makan makanan mengandung gula, bakteri dalam plak melahap dan mengubahnya menjadi asam. Asam ini cukup kuat untuk melarutkan email gigi. Begitulah asal mula terbentuk lubang. Jika kita tidak makan banyak gula, bakteri tidak dapat menghasilkan asam yang menggerogoti email.

Bagaimana "camilan pintar" bisa melindungi diri dari kerusakan gigi?

Sebelum mulai mengunyah camilan, cek kandungannya. Apakah sarat dengan gula? Jika ya, pikirkan lagi. Pilihan lain akan lebih baik bagi gigi kita. Dan perlu diingat bahwa beberapa jenis permen dapat melakukan kerusakan lebih dari yang lain. Permen lengket atau kenyal menghabiskan lebih banyak waktu pada permukaan gigi. Karena makanan lengket tinggal di mulut Anda lebih lama dari makanan yang cepat di kunyah dan di telan, maka gigi akan lebih lama bermandikan gula.

Kita juga harus berpikir tentang kapan dan seberapa sering makan camilan. Apakah kita makan camilan bergula berkali-kali sepanjang hari, atau hanya sebagai makanan penutup?

Asam terbentuk di mulut kita setiap kali kita makan camilan manis. Asam terus mempengaruhi gigi setidaknya selama 20 menit sebelum mereka dinetralisir. Jadi, semakin banyak kita makan camilan bergula, semakin sering kita menyiapkan bahan bakar yang mereka butuhkan untuk merusak gigi.
Ketika kita memutuskan makan camilan, pikirkan:
- Berapa kali sehari kita makan camilan bergula
- Pilih yang rendah lemak seperti sayuran mentah, buah-buahan segar, atau biskuit gandum atau roti
- Menyikat gigi dengan pasta gigi berfluoride atau setidaknya flossing setelah makan (gigi sehat)

Author

Admin by Drg. Dian Yunita

Dokter Gigi alumnus FKG Universitas Indonesia. Klinik Gigi yang dikelolanya beralamat di Jl. Cempaka Baru XII no.1 RT.005 RW.07 Kemayoran Jakarta Pusat. Hubungi HP : 0811-357-9191 | BB : 25C-2C-68C | Email : drgdianyunita@gmail.com

0 komentar: